Kamis, 24 Januari 2013
ASUHAN KEPERAWATAN PADA MALARIA
BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN
Malaria adalah penyakit infeksi menular yang di sebabkan oleh parasit dari genus plasmodium,yang di tularkan melalui gigitan nyamuk anopheles dengan gambaran penyakit yang berupa demam yang sering peridik,anemia,pembesaran limpa dan berbagai kumpulan gejala oleh karena pengaruhnya pada beberapa organ misalnya otak,hati dan ginjal.
Malaria adalah penyakit akut yang bisa menjadi kronik akibat protozoa(genus plasmodium) yang hidup intra sel.(iskandar zulkarnain,1999)
Malaria adalah penyakit akut yang bisa menjadi kronik akibat protozoa genus plasmodium,yang di tandai demam,anemia dan splenomegali.
Penyakit malaria adalah penyakit infeksiyang di sebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan plasmodium,dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk anhopeles.
B.ETIOLOGI
Plasmodium adalah parasit yang termasuk vilum protozoa,kelas sporozoa terdapat 4 speies plasmodium pada manusia yaitu:
1. Plasmodium vivax menimbulkan malaria vivax(malaria tertiana ringan)
2. Plasmodium falcifarum menimbulkan malaria falcifarum(malaria tertiana berat)
3. Plasmodium malariae menimbulkan malaria kuartana
4. Plasmodium ovale menimbulkan malaria oval (nelson,1999)
Keempat spesies plasmodium tersebut dapat di bedakan morfologinya dengan membandingkan bentuk skizon,bentuk trofozoit,bentuk gametosit yang terdapat di dalam darah ferifer maupun bentuk pre-eritrosetik dari skizon yang terdapat di dalam sel parenkim hati.
C. TANDA DAN GEJALA
1. Plasmodium vivax (malaria tertiana)
Meriang
Panas dingin menggil /demam (8-12 jam dapat terjadi 2 kali sehari setelah gejala pertama terjadi ,dapat terjadi selama 2 minggu setelah infeksi)
Keringat dingin
Kejang-kejang
Perasaan lemas,tidak nafsu makan,sakit pada tulang dan sendi
2. Plasmodium falcifarum (malaria tropika)
Meriang
Panas dingin/menggigil(terjadi lebih dari 12 jam dapat terjadi 2 kali sehari setelah gejala pertama terjadi,dapat terjadi selama 2 minggu setelah infeksi)
Keringat dingin
Kejang-kejang
Perasaan lemas,tidak nafsu makan,sakit pada tulang dan sendi
3. Plasmodium malariae(malaria kuartana)
Meriang
Gejala pertama tidak terjadi antara 18-40 hari setelah infeksi terjadi gejala tersebut kemudian akan terulang kembali setiap 3 hari
Keringat dingin
Kejang-kejang
Perasaan lemas,tidak nafsu makan,sakit pada tulang dan sendi
4. Plasmodium ovale
Di mana gejalanya sama dengan malaria tertiana:
Meriang
Panas dingin menggigil/demam (8-12 jam dapat terjadi 2 kali sehari setelah gejala pertama terjadi,dapat terjadi selama 2 minggu setelah infeksi)
Keringat dingin
Kejang-kejang
Perasaan lemas,tidak nafsu makan,sakit pada tulang dan sendi
D. PATOFISIOLOGI
Terjadinya infeksi oleh parasit Plasmodium ke dalam tubuh manusia dapat terjadi melalui dua cara yaitu :
1. Secara alami melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang mengandung parasit malaria
2. Induksi yaitu jika stadium aseksual dalam eritrosit masuk ke dalam darah manusia, misalnya melalui transfuse darah, suntikan, atau pada bayi yang baru lahir melalui plasenta ibu yang terinfeksi (congenital).
Patofisiologi sangat kompleks dan mungkin berhubungan dengan hal-hal sebagai berikut:
a. Penghancuran eritrosit yang terjadi karna:
• Pecahnya eritrosit yang mengandung parasit
• Pagositosis eritrosit yang mengandung dan tidak mengandung parasit
b. Pelepasan mediator endoktosin-makrofag
Pada proses skizoni yang melepaskan endoktosin,makrofag melepaskan bebagai mediator endoktosin
c. Pelepasan TNF (tumor necrosing factor/faktor nekrosis tumor)
Merupakan monokin yang di lepaskan oleh adanya parasit malaria.TNF ini mengandung antigen malaria yang kemudian akan bereaksi dengan antibody.
d. Sekuetrasi eritrosit
Eritrosit yang terinfeksi dapat membentuk knob di permukaannya,knob ini mengandung antigen malaria yang kemudian akan bereaksi dengan antibody. Eritrosit yang terinfeksi akan menempel pada endotel kapiler alat dalam dan membentuk gumpalan sehingga terjadi bendungan.
E. NURSING PATHWAY
Sporatozoa
Masuk ke dalam peredaran
Masuk ke dalam hati menjadi tropozoit hati
Berkembang menjadi skizon hati
Skizon pecah dan masuk ke peredaran darah
Sel darah merah terinfeksi
Sel darah merah lisis
Penurunan suplai o2
Infeksi elektrolid hipoksia peredran sari mkanan
gg.termoregulasi o/ darah dri usus halus brkurang
hipertermi perubahan perfusi penumpukan sari mkanan d
jaringan usus halus
demam kelemahan penumpukan mkanan
keringat berlebihan di lambung
dehidrasi intoleransi aktivitas tekanan intra
gaster meningkat
kekurangan volume mual,muntah
cairan anoreksia
nutrisi kurang dri kebutuhan
F. PENATALAKSANAAN MEDIS
pengobatan malaria dapat di lakukan dengan memberikan obat antimalaria.obat anti malaria dapat di bagi dalam 9 golongan yaitu:
1. Kiunin(kina)
2. Mepakrin
3. Klorakiun,amodiakuin
4. Proguanil,klorpoguanil
5. Primakuin
6. Primetamin
7. Sulfon dan sulfonamide
8. Kunolin,methanol
9. Antibiotic
Berdasarkan suseptibilitas berbagai macam stadium parasit malaria terhadap obat anti malaria ,maka obat anti malaria dapat juga di bagi dalam 5 golongan yaitu:
1. Proganil dan prematamin adalah obat yang di gunakan sebagai obat profilaksis kausal dimana skizontisida jaringan primer yang dapat membunuh parasit masuk dalam hati
2. Skizontisida jaringan skunder dapat membunuh parasit siklus eksoeritrositik,p.vivax dan p.ovale dan di gunakan untuk pengobatan radikal sebagai anti relaps,obatnya adalah primakuin.
3. Skizontisida darah yang membunuh parasit stadium eritrositik, yang berhubungan dengan penyakit akut disertai gejala klinik. Obat ini digunakan untuk pengobatan supresif bagi keempat spesies Plasmodium dan juga dapat membunuh stadium gametosit P. vivax, P. malariae dan P. ovale, tetapi tidak efektif untuk gametosit P. falcifarum. Obatnya adalah kuinin, klorokuin atau amodiakuin; atau proguanil dan pirimetamin yang mempunyai efek terbatas.
4. Gametositosida yang menghancurkan semua bentuk seksual termasuk gametosit P. falcifarum. Obatnya adalah primakuin sebagai gametositosida untuk keempat spesies dan kuinin, klorokuin atau amodiakuin sebagai gametositosida untuk P. vivax, P. malariae dan P. ovale.
5. Sporontosida yang dapat mencegah atau menghambat gametosit dalam darah untuk membentuk ookista dan sporozoit dalam nyamuk Anopheles. Obat – obat yang termasuk golongan ini adalah primakuin dan proguanil.
G.PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Laboratorium
2. Diagnosis
Pemeriksaan tetes darah
Tes antigen
Tes serologi
Pemeriksaan PCR(polymerase chain reaction)
J. ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
a.Riwayat kesehatan
Riwayat kesehatan sekarang
Riwayat kesehatan dahulu
Riwayat kesehatan keluarga
b.Aktivitas/istirahat
Gejala:keletihan,kelemahan,malaise umum
Tanda: takikardi,kelemahan otot dan penurunan kekuatan
c.Sirkulasi
Tanda:tekanan darah normal sedikit menurun,denyut ferifer kuat dan cepat(fase demam),kulit hangat,diuresis karena vasodilatasi,pucat dan lembab,penurunan aliran darah.
d.Eliminasi
Gejala; diare atau konstipasi,penurunan pengeluaran urin
Tanda: distensi abdomen
e.Makanan dan cairan
Gejala: anoreksia,mual dan muntah
Tanda: penurunan berat badan,penurunan lemak subkutan dan masa otot
f.Neuro sensori
Gejala: sakit kepala,pusing dan pingsan
Tanda: gelisah,ketakutan,disorientasi dan delirium
g.Pernafasan
Gejala: nafas pendek pada istirahat dan aktivitas
Tanda:takipnea dengan penurunan ke dan
2.DIAGNOSA KEPERAWATAN
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d asupan makanan yang tidak adekuat:anoreksia(mual dan muntah)
Hipertermi b.d peningkatan metabolisme,dehidrasi,efek langsung sirkulasi kuman pada hipotalamus
Perubahan perfusi jaringan b.d penurunan komponen seluler yang di perlukan untuk pengiriman o2 dan nutrien dalam tubuh
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan dehidrasi:keringat belebihan
Intoleransi aktivitas behubungan dengan kelemahan
3. INTERVENSI KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI
RASIONAL
1
2
3
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d asupan makanan yang tidak adekuat:anoreksia(mual dan muntah)
Hipertermi b.d peningkatan metabolisme,dehidrasi,efek langsung sirkulasi kuman pada hipotalamus
Perubahan perfusi jaringan b.d penurunan komponen seluler yang di perlukan untuk mengirim o2 dan nutrien dalam tubuh Setelah di lakukan tindakan keperawatan selama di rumah sakit,kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria hasil:
Nafsu makan meningkat
BB meningkat atau normal sesuai umur
Setelah di lakukanperawatan selama 3x24 jam di harapkan suhu tubuh pasien kembali normal dengan kriteria hasil:
-suhu tubuh pasien normal
Setelah di berikan bantuan pemenuhan o2 diharapkan o2 terpenuhi dengan kriteria hasil:
-kebutuhan oksigen pasien terpenuhi 1.kaji riwayat nutrisi,termasuk makanan yang di sukai,observasi dan catat masukan makanan klien
2.berikan makanan sedikit danmakanan tambahan kecil yang tepat
3.pertahankan jadwal penimbangan BB secara teratur
4.diskusikan yang di sukai klien dan masukkan ke dalam diet murni
5.observasi dan catat kejadian mual/muntah dan gejala yang lain yang berhubungan
6.kolaborasi untuk melakukan rujukan ke ahli gizi
1.pantau suhu pasien (drajat dan pola),perhatikan menggigil
2.pantau suhu lingkungan
3.berikan kompres mandi hangat,hindari penggunaan alkohol
4.berikan antipiretik
5.berikan selimut pendingin
1.pertahankan tirah baring,bantu dengan aktivitas perawatan
2.pantau terhadap kecendrungan tekanan darah,mencatat perkembangan hipotensi dan perubahan pada tekanan nadi
3perhatikan kualitas,kekuatan dari denyut ferifer
4.kaji frekwensi pernafasan,kedalaman,dan kualitas,perhatikan dipnea berat
5.berikan cairan parenteral 1.mengawasi masukan kalori atau kualitas kekurangan konsumsi makanan
2.dilatasi gaster bisa terjadi bila pemberian makan terlalu cepat setelah periode anoreksia
3.mengatasi penurunan BB atau efektifitan intervensi nutrisi
4.dapat meningkatkan masukan,menigkatkan rasa berpartisipasi/control
5.gejala GI dapat menunjukkan efek anemia(hipoksia) pada organ
6.perlu pantauan dalam perencanaan diet yang memenuhi nutrisi
1.hipertermi menujukkan proses penyakit infeksius akut ,pola demam menunjukkan diagnosis
2.suhu ruangan,jumlah selimut harus di ubah untuk mempertahankan suhu mendekati normal
3.dapat membantu mengurangi demam,penggunaan es/alkohol mungkin menyebabkan kedinginan selain itu alkohol dapat mengeringkan kulit
4.di gunakan untuk mengurangi demam dengan aksi sentralnya pada hipotalamus
5.di gunakan untuk mengurangi demam dengan hipertermi
1.menurunkan beban kerja miokard dan konsumsi o2,memaksimalkn efektifitas dari perfusi jaringan.
2.hipotensi akan berkembang bersama dengan kuman yang menyerang darah.
3.pada awal nadi cepat kuat,karna peningkatan curah jantung nadi dapat lemah atau lambat karena hipotensi yang terus menerus,penurunan curah jantung dan vaso kontiksi perifer.
4.peningkatan penafasan terjadi sebagai rspon terhadap efek-efek langsung darikuman pada pusat pernafasan,pernafasan menjadi dangkal bila terjadi insufisiensi pernafasan,menimbulkan resiko kegagalan pernafasan akut.
5.untuk mempertahankan perfusi jaringan ,sjumlah besar cairan mungkin di butuhkan untuk mendukung volume sirkulasi.
BAB IV
PENUTUP
1.kesimpulan
Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses p Protozoa genus plasmodium merupakan penyebab dari malaria yang terdiri dari empat spesies, yaitu :
1. Plasmodium falcifarum penyebab malaria tropika
2. Plasmodium ovale penyebab malaria ovale
3. Plasmodium vivax penyebab malaria tertiana
4. Plasmodium malariae penyebab malarua Quartanu
Malaria juga melibatkan proses perantara yaitu manusia maupun vertebra lainnya, dan rosper definitif yaitu nyamuk anopheles.enularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles.
2.saran
Bagi Mahasiswa : Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan keperawatan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi petugas-petugas Kesehatan : Diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang keperawatan sehingga dapat memaksimalkan kita untuk memberikan health education dalam perawatan luka perineum untuk mencegah infeksi.
DAFTAR PUSTAKA
Doenges at al (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, Ed.3, EGC, Jakarta
Price & Wilson (1995), Patofisologi-Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Ed.4, EGC, Jakarta
Purnomo, BB ( 2000), Dasar-dasar Urologi, Sagung Seto, Jakarta
Soeparman & Waspadji (1990), Ilmu Penyakit Dalam, Jld.II, BP FKUI, Jakarta.
Lab / UPF Ilmu Bedah, 1994. Pedoman Diagnosis Dan Terapi. Surabaya, Fakultas Kedokteran Airlangga / RSUD. dr. Soetomo.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar