Minggu, 08 Maret 2020

CPNS 2020#SKD TWK Butir Butir Pancasila

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 
Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.







2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
Berani membela kebenaran dan keadilan.
Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
3. Persatuan Indonesia
Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.


5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan  kegotongroyongan.
Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak orang lain.
Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain
Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
Suka bekerja keras.
Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.


ω ω ω ω ω

Kamis, 17 Juli 2014

Tren Issu Keperawatan Keluarga



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Keperawatan merupakan profesi yang dinamis dan berkembang secara terus menerus dan terlibat dalam masyarakat yang berubah, sehingga pemenuhan dan metode keprawatan kesehatan berubah, karena gaya hidup masyarakat berubah dan perawat sendiri juga dapat menyesuaikan dengan perubahan tersebut. Definisi dan filosofi terkini dari keperawatan memperlihatkan trend holistic dalam keperawatan yang ditunjukkan secara keseluruhan dalam berbagai dimensi, baik dimensi sehat maupun sakit serta dalam interaksinya dengan keluarga dan komunitas. Tren praktik keperawatan meliputi perkembangan di berbagai tempat praktik dimana perawat memiliki kemandirian yang lebih besar.
Perkembangan Keperawatan di Indonesia saat ini sangat pesat, hal ini disebabkan oleh :
1.      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat sehingga informasi dengan cepat dapat diakses oleh semua orang sehingga informasi dengan cepat diketahui oleh masyarakat
2.      Perkembangan era globalisasi yang menyebabkan keperawatan di Indonesia harus menyesuaikan dengan perkembangan keperawatan di negara yang telah berkembang
3.      Sosial ekonomi masyarakat semakin meningkat sehingga masyarakat menuntut pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi, tapi di lain pihak bagi masyarakat ekonomi lemah mereka ingin pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau.
Sejauh ini, bentuk-bentuk pelayanan kesehatan yang di kenal masyarakat dalam system pelayanan kesehatan adalah pelayanan rawat inap dan rawat jalan. Pada sisi lain, banyak anggota masyarakat yang menderita sakit dan karena berbagai pertimbangan terpaksa di rawat di rumah dan tidak di rawat inap di institusi pelayanan kesehatan, seperti kasus-kasus penyakit terminal, keterbatasan kemampuan masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan, manajemen rumah sakit yang berorientasi pada profit, banyak orang merasakan bahwa di rawat inap membatasi kehidupan manusia, lingkungan di rumah yang dirasakan lebih nyaman ( Depkes RI,2002 ). Maka dari itu dalam makalah ini kami membahas trend dan issue kesehatan keperawatan komunitas tentang home care (Home Health Care), perawatan keluarga dan pondok kesehatan desa.





BAB II
PEMBAHASAN
TREND DAN ISU KEPERAWATAN KELUARGA

A.      Definisi
Trend adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak orang saat ini dan kejadiannya berdasarkan fakta.
Issue adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak namun belum jelas faktannya atau buktinya.
Keperawatan keluarga adalah serangkaian kegiatan yang diberi via praktek keperawatan kepada keluarga untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan keluarga tersebut dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.
Keperawatan keluarga dapat difokuskan pada anggota keluarga individu, dalam konteks keluarga, atau unit keluarga. Terlepas dari identifikasi klien, perawat menetapkan hubungan dengan masing-masing anggota keluarga dalam unit dan memahami pengaruh unit pada individu dan masyarakat.
Keberhasilan keperawatan di R.S dapat menjadi sia – sia jika dilanjutkan oleh keluarga di rumah. Keluarga sebagai titik sentral pelayanan kesehatan. Keluarga yang sehat akan mempunyai anggota yang sehat dan mewujudkan masyarakat yang sehat. Askep yang diberikan berdasarkan pada masalah kesehatan dari setiap anggota keluarga.



Agar Pelayanan Kesehatan Yang Diberikan Dapat Diterima Oleh Keluarga :
1.      harus mengerti dan memahami tipe dan struktur keluarga
2.      tahu tingkat pencapaian keluarga dalam melakukan fungsinya
3.      perlu pemahaman setiap tahap perkembangan dan tugas perkembangan
B.       Tindakan Pengkajian Yang Dilakukan
1.      Tindakan promosi            :           Jika keluarga belum memenuhi seluruh tugas perkembangannya.
2.      Tindakan prefentif           :           Agar keluarga mampu mencegah munculnyamasalah pada perkembangan berikutnya.
C.      Tugas Perkembangan Keluarga
1.      Membina hubungan intim yang memuaskan.
2.      Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis.
3.      Mendiskusikan rencana memiliki anak / KB.
            Beberapa trend dan Isu dalam keperawatan Keluarga diantaranya :
1)      Trend dan isu Global :
a)      Dunia tanpa batas (global village) mempengaruhi sikap dan pola perilaku kekuarga.
b)      Kemajuan dan pertukaran iptek yang semakin global sehingga penyebarannya semakin meluas.
c)      Kemajuan teknologi di bidang transportasi sehingga tingkat mobilisasi penduduk yang tinggi seperti migrasi yang besar-besaran yang berpengaruh terhadap interaksi keluarga yang berubah.
d)     Standar kualitas yang semakin diperhatikan menimbulkan persaingan yang ketak serta menumbuhkan munculnya sekolah-sekolah yang mengutamakan kualitas pendidikan.
e)      Kompetisi global dibidang penyediaan sarana dan prasarana serta pelayanan kesehatan menuntut standar profesionalitas keperawatan yang tinggi.
2)      Trend dan Isu Nasional :
a)      Semakin tingginya tuntutan profesionalitas pelayanan kesehatan.
b)      Penerapan desentralisasi yang juga melibatkan bidang kesehatan.
c)      Peran serta masyarakat yang semakin tinggi dalam bidang kesehatan.
d)     Munculnya perhatian dari pihak pemerintah mengenai masalah kesehatan masyarakat seperti diberikannya bantuan bagi keluarga miskin serta asuransi kesehatan lainnya bagi keluarga yang tidak mampu.
Beberapa permasalahan mengenai trend dan isu keperawatan keluarga yang muncul di indonesia :
a)      Sumberdaya tenaga kesehatan yang belum dapat bersaing secara global serta belum adanya perawat keluarga secara khusus di negara kita
b)      Penghargaan dan reward yang dirasakan masih kurang bagi para tenaga kesehatan.
c)      Pelayanan kesehatan yang diberikan sebagian besar masih bersifat pasif.
d)     Masih tingginya biaya pengobatan khususnya di sarana-sarana pelayanan kesehatan yang memiliki kualitas baik.
e)      Pengetahuan dan ketrapilan perawat yang masih perlu ditingkatka.
f)       Rendahnya minat perawat untuk bekerja dengan keluarga akibat system yang belum berkembang.
g)      Pelayanan keperawatan keluarga yang belum berkembang meskipun telah disusun telh disusun pedoman pelayanan keluarga namun belum disosialisaikan secara umum.
h)      Geografis Indonesia yang sangat luas namun belum di tunjang dengan fasilitas transfortasi yang cukup.
i)        Kerjasama program lintas sektoral belum memadai.
j)        Model pelayanan belum mendukung peran aktif semua profesi.
k)      Lahan praktek yang terbatas.
l)        Sarana dan prasarana pendidikan juga terbatas.
m)    Rasio pengajar dan mahasiswa yang tidak seimbang.
n)      Keterlibatan berbagai profesi selama menjalani pendidikan juga kurang.

1.      Dunia tanpa batas (global vilage) mempengaruhi sikap dan pola perilaku keluarga.
2.      Kemajuan dan pertukaran IPTEK
3.      Kemajuan teknologi transportasi migrasi dan mudah interaksi keluarga berubah
4.      Kesiapan untuk bersaing secara berkualitas dan sekolah-sekolah berkualitas
5.      Kompetensi global tenaga kesehatan/ keperawatan.

v  Dalam Bidang Pelayanan :
ü  SDM belum dapat menjawab tantangan global dan belum ada perawat keluarga.
ü  Penghargaan / reward rendah.
ü  Bersikap pasif.
ü  Biaya pelayanan kesehatan rawat inap mahal.
ü  Pengetahuan dan keterampilan perawat masih rendah
ü  Rendahnya minat perawat untuk bekerja dengan keluarga akibat system yang belum berkembang.
ü  Pelayanan keperawatan keluarga belum berkembang  (DEPKES sudah mneyusun pedoman pelayanan keperawatan keluarga dan model keperwatan keluarga di rumah & perlu disosialisasikan).
ü  Keperawatan keluarga/ komunitas dianggap tidak menantang.
ü  Geografis luas namun tidak ditunjang dengan fasilitas.
ü  Kerjasama lintas program dan lintas sector belum memadai.
ü  Model pelayanan  belum mendukung peranan aktif semua profesi
v  Dalam Bidang Pendidikan:
Ø  Lahan praktik terbatas; pendirian pendidikan keperawatan cenderung “mudah”
Ø  Penelitian terkait pengembangan dan uji model masih terbatas.
Ø  Sarana dan prasarana pendidikan sangat terbatas.
Ø  Rasio pengajar : mahasiswa belum seimbang.
Ø  Keterlibatan berbagai profesi selama pendidikan kurang.
v  Dalam Bidang Profesi:
Ø  Standar kompetensi belum disosialisasikan
Ø  Belum ada model pelayanan yang dapat menjadi acuan
Ø  Kompetensi  berbagai jenjang pendidikan tidak berbatas.
Ø  Mekanisme akreditasi belum berjalan dengan baik.
Ø  Peranan profesi di masa depan dituntut lebih banyak.
Ø  Perlu pengawalan dan pelaksanaan undang-undang praktik keperawatan.
v  Tujuan Perawatan Kesehatan di keluarga
*      Membantu klien memelihara atau meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidupnya.
*      Meningkatkan keadekuatan dan keefektifan perawatan pada anggota keluarga dengan masalah kesehatan dan kecacatan.
*       Menguatkan fungsi keluarga dan kedekatan antar keluarga.
*      Membantu klien untuk tinggal atau kembali ke rumah dan mendapatkan perawatan yang diperlukan rehabilitasi atau perawatan paliatif.
v  Tujuan keperawatan keluarga dari WHO di europe yang merupakan praktek keperawatan termodern saat ini adalah :
Ø  Promoting and protecting people health. Merupakan perubahan pradigma dari cure menjadi care melalui tindakan preventif.
Ø  Mengurangi kejadian dan penderitaan akibat penyakit .
E.       Beberapa permasalahan mengenai trend dan isu keperawatan keluarga yang muncul di Indonesia :
1.      Sumberdaya tenaga kesehatan yang belum dapat bersaing secara global serta belum adanya perawat keluarga secara khusus di negara kita.
2.      Penghargaan dan reward yang dirasakan masih kurang bagi para tenaga kesehatan.
3.      Pelayanan kesehatan yang diberikan sebagian besar masih bersifat pasif.
4.       Masih tingginya biaya pengobatan khususnya di sarana.
5.       Sarana pelayanan kesehatan yang memiliki kualitas baik.
6.       Pengetahuan dan keterampilan perawat yang masih perlu ditingkatkan.
7.       Rendahnya minat perawat untuk bekerja dengan keluarga akibat system yang belum berkembang.
8.       Pelayanan keperawatan keluarga yang belum berkembang meskipun telah disusun pedoman pelayanan keluarga namun belum disosialisaikan secara umum.
9.       Geografis Indonesia yang sangat luas namun belum di tunjang dengan fasilitas transportasi yang cukup.
10.  Kerjasama program lintas sektoral belum memadai.
11.   Model pelayanan belum mendukung peran aktif semua profesi.
12.   Lahan praktek yang terbatas, sarana dan prasarana pendidikan juga terbatas.
13.   Rasio pengajar dan mahasiswa yang tidak seimbang.
14.   Keterlibatan berbagai profesi selama menjalani pendidikan juga kurang.












BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Sikap dan pola perilaku keluarga dapat dipengaruhi oleh dunia tanpa batas (global village). Kemajuan teknologi di bidang transportasi mengakibatkan tingkat mobilisasi penduduk yang tinggi seperti migrasi yang besar-besaran yang berpengaruh terhadap interaksi keluarga yang berubah. Pelayanan keperawatan keluarga belum berkembang tapi DEPKES sudah menyusun pedoman pelayanan keperawatan keluarga dan model keperawatan keluarga di rumah tapi perlu disosialisasikan serta munculnya perhatian dari pihak pemerintah mengenai masalah kesehatan masyarakat seperti diberikannya bantuan bagi keluarga miskin serta asuransi kesehatan lainnya bagi keluarga yang tidak mampu. Rendahnya minat perawat untuk bekerja dengan keluarga akibat system yang belum berkembang.
B.     Saran
Pelayanan keperawatan keluarga harus dikembangkan karena keperawatan keluarga dapat mengurangi kejadian atau penderitaan akibat penyakit dengan perubahan paradigma dari cure menjadi care melalui tindakan preventif.